Postingan

Ngobrol sama Mama

Pulang kuliah, 14.30 Ini hari ke-2 gak pulang kerumah. 2 hari 2 malam. "eh.. udah pulang?" mama udah berdiri didepan pintu "bentar ya ma, ngantuk banget. mau tidur dulu" sautku asal. maklum, saya belum tidur dari jam 08.00 pagi kemaren sampai jam 14.30. 16.5 jam belum tidur. Dimotor mata rasanya udah mau merem. sebenarnya lapar, tapi rasa kantuk lebih besar. dan sebelumnya harus berkejaran dengan hujan biar sampe rumah mantel gak harus dikeluarkan. Habis isya, 20.19 "net bangun, sholat, dari ashar belum sholat, ini udah isya"  ada suara mama membangunkan, tapi rasanya berat banget mata kebuka. Gusti.. keselku kok ra rampung-rampung. "iya ma nanti"  masih setengah sadar, seperti kebiasaan anak muda jaman sekarang, seberat apapun mata masih sempat cek hp. Ada 2 whatsapp yang dibalas, ada grup line dan wa yang diabaikan. Tidur lagi. Tengah malam, 01.23 Lapar. Liat jam udah tengah malam. Dan keinget ada tugas yang harus diselesaikan. Ke...

Main sambil Belajar

Gambar
Gak selamanya jalan dibelakang truk itu menyebalkan. Karena waktu hujan deras, bisa jadi malah menghangatkan. (iya, knalpotnya) Oke ini gak penting, baru pulang hujan-hujanan soalnya... Ceritanyaa apa ya... Hari Jum'at lalu pagi-pagi ngantar dua teman baru (yang "ngontel" dari UGM) ke UII mau diskusi dengan Pak Noor. Habis itu pas selese sekalian main ke Museum Merapi sama pulangnya mampir Raminten. Ah elah ini gak niat banget nulisnya sayaa -_____- Saya orangnya cenderung suka mengamati orang. Jadi kalo lagi jalan/main rame-rame, lebih seneng ngamatin orang satu-satu. Gimana waktu dia ngomong sama orang lain, gimana dia bersikap, dll. Terus nanti dianalisa sama hasil pengamatan lainnya. Gak penting ya? Haha. Karena dengan menilai orang, jadi tau bagaimana harus bersikap. Walopun lebih sering gg jaga sikap sih jatohnya :D Bermain sambil mengamati intinya. (halaah) Nah kemaren pas dari Museum Merapi, kami ke Raminten. Ber-lima. Disitu kami makan siang dan ngobrol ...

Pasca rasa Sarjana

Gambar
datang pagi pas ruangan masih sepi selalu menyenangkan :D (gak sih, ini gara-gara rumahnya jauh aja jadi mau gak mau harus berangkat pagi, yang akhirnya kepagian) akhirnya, terdampar juga di kampus kerakyatan, Universitas Gadjah Mada Bersyukur, seneng, punya banyak temen baru. temen sekaligus guru, juga dosen baru. pengalaman baru, pelajaran baru. yaa gitulah standar namanya masuk lingkungan baru masih pengen ke Turki? masih :') kalo dibilang pelarian, nggak sih, buktinya proses yang ribet juga dilakoni. lebih tepatnya karena udah gak tau mau apa lagi yang dikerjain. makanya kuliah. hoho :D gak ding, sudah sampai sini berarti emang udah jalannya harus disini. mau muter dulu keliling kampung, negeri kalo emang udah jatahnya disini ya disini aja. anggep aja lanjutin cita-cita mama. syukurin aja. keinginan belajarnya masih didukung sama banyak orang. semoga disini jadi salah satu jalan yang mungkin berliku mungkin lurus-lurus aja, buat keinginan yang belum terpenuhi, dan bua...

Mengeluh. Boleh?

Kata orang, hidup itu gak boleh mengeluh. Mengeluh gak bakal menghasilkan sesuatu yang positif. Mengeluh juga gak bakalan merubah keadaan. Tapi kita semua sering ngeluh kan? Hidup bukan berarti tidak boleh mengeluh. Boleh saja mengeluh, hanya untuk meluapkan yang dirasakan. Setelah itu lupakan. Setidaknya, rasa yang mengganjal sudah berkurang. Mengeluh bukan berrti tak bersyukur. Mengeluh hanya sebagai luapan. Cukup sementara saja. Bukankah itu manusiawi? Adakalanya kamu lelah, dan terucap "saya lelah". Tapi,  bukan berarti dengan berkata "saya lelah" adalah kalah,  bukan berart dengan berkata "saya lelah" adalah tidak mau kembali melangkah.  Rasa lelah itu manusiawi.  Ketika lelah terucap juga bukan berarti itu masalah.  Lelah sebagai pengingat kalau langkah didepan masih panjang. Masih banyak yg harus dipersiapkan. Sehingga setelah lelah bisa mempersiapkan dengan matang untuk kembali melangkah. Catatan: Tulisan diatas cuma...

Selamat Tahun Baru 2016

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, F: Here I am. Mahasiswa pasca Wisuda yang... entah mau kemana. "keputusan yang diambil dari proses berpikir panjang dan melibatkan berbagai aspek pertimbangan, saat itulah takdir kita tentukan. takdir seseorang ditentukan oleh seseorang itu sendiri.namun segala kemungkinan yang terjadi, sudah jauh tercatat sebelumnya di Sana, jadi tidak ada kebetulan" (Saya, 2015) Punya quote sendiri yang jadi prinsip hidup sendiri gak salah kok. Setidaknya masih dalam lingkup positive dan gak bikin jadi salah arah. Situasi dan kondisi pasca wisuda ini bikin jadi pertimbangan semua orang. "Mau ngapain habis ini?". Yaa, yang pasti jadi petimbangan beberapa orang yang hidupnya memang masih mengambang. Euforia pasca wisuda memang melenakan, tapi menganggur berkepanjangan jauh lebih menyedihkan. Sampai fase ini saya baru menyadari, bangku kuliah begitu nyaman. Proses kuliah selama 4 tahun, jadwal, tugas, materi, ujian semua tinggal dijalankan....

Belajar bisa dimana aja: Museum Benteng Vredeburg

Ya saya disini, sedang disini Gedung F Museum Benteng Vredeburg. Bermula dari iseng, dibantuin pak dosen baik hati, dan didukung kekhawatiran berlebih nganggur pasca skripsi. Yes, finally, Quonita Hassan S.Ars. I'm officially Bachelor of Architecture. Yuhuu, selesai (belom wisuda sih tapi). Walopun ketinggalan jauh sama temen-temennya. Setidaknya saya bisa nyelesaikan tanggung jawab ke mamah, ke orang tua saya, ke keluarga saya. Alhamdulillah... Jadi, pasca selesai pendadaran, saya mulai meyelesaikan semuanya. Revisi, nilai, perpustakaan, dan berkas wisuda. Selesai, habis itu? Bangun siang, tidur-tiduran dikamar dari pagi sampe malem lagi bangun lagi tidur lagi. Gak ada kerjaan. Nyari-nyari kesibukan ngerjain skripsi orang. Hasilnya, saya bosan. Soalnya gak ada aktifitas diluar rumah. Dan terctus ide, saya magang. Setelah urus kanan kiri, ngajuin kanan kiri, sampailah saya sekarang disini. Di kantor yang orang-orangnya gak ada lulusan arsitektur (kayaknya). Niatnya mau belaj...

Sendiri-(an). Blah!

Manusia merupakan makhluk sosial, makhluk yang membutuhkan orang lain. Membutuhkan bantuan orang lain. Itu kenapa terjadi hubungan sosial, keluarga, pertemanan, persahabatan, pacaran, pernikahan, dsb. Dari adanya hubungan tersebut tercipta perasaan saling menyayangi, melindungi, menghormati, membutuhkan dan sebagainya. Mencintai keluarga, menyayangi ibu, bapak, adek, kakak, teman, sahabat. Tapi ada saatnya, untuk kita perlu sendiri. Menikmati diri sendiri, berbicara dengan diri sendiri, dan bermain dengan diri sendiri. Saya tipe orang yang senang "jalan" sendiri. Melakukan kegiatan seorang diri bukan merupakan hal aneh menurut saya. Bahkan ada saat saya lebih membutuhkan waktu sendiri untuk melakukan kegiatan tertentu. Misal, beli buku dan hunting foto. Membeli buku saya lebih sering sendirian, kenapa? Saya malas diganggu, malas ditanya-tanya. Memilih buku baru merupakan momen indah yang harus dinikmati, saya menyeleksi dan memilih, apa yang saya mau, seberapa lama saya...